Imbuhan/akhiran -an pada bahasa Jawa Tulungagungan
Bahasa Jawa Tulungagungan mempunyai ciri khas pada tata bahasanya, contohnya akhiran -an pada akhir kosakata yang digunakan untuk menggantikan kosakata yang seharusnya ada di depan, ini juga yang membuat bahasa Jawa Tulungagungan kalimatnya bisa dibolak-balik, tanpa harus selalu mengikuti jejer-wasesa-lesan, berikut adalah contoh kalimatnya: **Aku wis luwe > luwe aku wis-an Kalimat di atas menunjukkan bahwa “aku wis luwe” yang berarti “aku sudah lapar” dapat dibalik susunannya menjadi “lapar aku sudah-an”, namun maknanya tetap sama, yakni “aku sudah lapar”, bisa juga dibuat menjadi “wis luwe aku”. **Aku wis turu > turu aku wisan Artinya: “aku sudah tidur”, bentuk lain: “ wis turu aku ” **Awakmu kok malih pinter > kok pinter awakmu malihan bentuk lain: “ awakmu malih pinter kok-an”, “kok malih pinter awakmu”, "awakmu kok pinter malihan" Kalimat ini berarti “kamu kok pintar sekarang/kamu kok jadi pintar” **Klambiku malih reged ...