Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

Imbuhan/akhiran -an pada bahasa Jawa Tulungagungan

Gambar
Bahasa Jawa Tulungagungan mempunyai ciri khas pada tata bahasanya, contohnya akhiran -an pada akhir kosakata yang digunakan untuk menggantikan kosakata yang seharusnya ada di depan, ini juga yang membuat bahasa Jawa Tulungagungan kalimatnya bisa dibolak-balik, tanpa harus selalu mengikuti jejer-wasesa-lesan, berikut adalah contoh kalimatnya: **Aku wis luwe   >   luwe aku wis-an Kalimat di atas menunjukkan bahwa “aku wis luwe” yang berarti “aku sudah lapar” dapat dibalik susunannya menjadi “lapar aku sudah-an”, namun maknanya tetap sama, yakni “aku sudah lapar”, bisa juga dibuat menjadi  “wis luwe aku”. **Aku wis turu  >  turu aku wisan Artinya: “aku sudah tidur”, bentuk lain: “ wis turu aku ” **Awakmu kok malih pinter  >  kok pinter awakmu malihan bentuk lain:  “ awakmu malih pinter kok-an”, “kok malih pinter awakmu”, "awakmu kok pinter malihan" Kalimat ini berarti “kamu kok pintar sekarang/kamu kok jadi pintar” **Klambiku malih reged ...

Beberapa kosakata khas Bahasa Jawa Tulungagungan

Bahasa Jawa memiliki beragam dialek, tiap-tiap dialeknya selalu ada perbedaan entah itu kosakata, aksen dan lain-lain.  Dialek Tulungagung termasuk dalam dialek Mataraman, berikut beberapa kosakata khas dialek Mataraman tepatnya di kabupaten Tulungagung *jathuknå* 1. Ketika mengungkapkan penyesalan . Contoh: "Loh awakmu maeng tuku buku ye? Jathuknå aku titip" "Loh, kamu tadi beli buku kah? Tau gitu aku titip" (dia menyayangkan, karena seharusnya dia bisa nitip beli, tapi temannya sudah terlanjur pulang dari toko) 2. ketika mengungkapkan keberuntungan karena sesuatu yang buruk hampir saja terjadi. "Peh, sujune aku maeng nggåwå mantêl, jathuknå prakyå sidå kêjênggrêng ning dalan" "Duh, untungnya aku tadi bawa mantel, kalau nggak , bisa-bisa aku terjebak hujan di jalan" (dia merasa beruntung karena untung saja dia membawa mantel, jika tidak pasti sudah terjebak hujan) *sujune/sujoknå* Ungkapan keberuntungan (untungnya) Contoh: "diluk engkas ...