Beberapa kosakata khas Bahasa Jawa Tulungagungan
Bahasa Jawa memiliki beragam dialek, tiap-tiap dialeknya selalu ada perbedaan entah itu kosakata, aksen dan lain-lain.
Dialek Tulungagung termasuk dalam dialek Mataraman, berikut beberapa kosakata khas dialek Mataraman tepatnya di kabupaten Tulungagung
*jathuknå*
1. Ketika mengungkapkan penyesalan.
Contoh:
"Loh awakmu maeng tuku buku ye? Jathuknå aku titip"
"Loh, kamu tadi beli buku kah? Tau gitu aku titip"
(dia menyayangkan, karena seharusnya dia bisa nitip beli, tapi temannya sudah terlanjur pulang dari toko)
2. ketika mengungkapkan keberuntungan karena sesuatu yang buruk hampir saja terjadi.
"Peh, sujune aku maeng nggåwå mantêl, jathuknå prakyå sidå kêjênggrêng ning dalan"
"Duh, untungnya aku tadi bawa mantel, kalau nggak, bisa-bisa aku terjebak hujan di jalan"
(dia merasa beruntung karena untung saja dia membawa mantel, jika tidak pasti sudah terjebak hujan)
*sujune/sujoknå*
Ungkapan keberuntungan (untungnya)
Contoh:
"diluk engkas arep mati listrik o"
"hooh ye?, sujune batuku bêg"
: "bentar lagi mau mati listrik loh"
"eh iyakah?, untung saja batreku full"
(dia merasa beruntung karena meski akan ada pemadaman listrik, baterai hpnya penuh)
*sanuke/sanuknå*
Ungkapan kekhawatiran (jangan-jangan, takutnya)
Contoh:
1. "sertifikatku vaksin kok ugung medhun ya?"
"sanuke urung dilebokne datane karo admine"
"sertifikat vaksinku kok belum turun ya?"
"jangan-jangan/takutnya belum dimasukkan datanya sama admin"
*ngguhnå dan athukna*
(kira")
Contoh:
"Ngguhnå påmå mårå sesok ws kasep rung ya?"
"kira-kira, misal kita kesana besok udah terlambat belum, ya?"
Dokumen yang berkaitan dengan bahasa dalam bentuk gambar
Komentar
Posting Komentar