Variasi kata "memang" dalam Bahasa Jawa dan kaitannya dengan kosakata "dasar" & "jatah"

***Kosakata "memang" dalam Bahasa Jawa di berbagai dialek:

Watek, Catu, Atuk, Nyatuk, Nyat, Nyet, Tanyat, Nyatrah, Atrah, Terahe, Trahe, Tarah, Patrah, Jatrah, Jatah, Tranah, Tanah, Tenah, Pancen, Panci, Ancen, Anci, Lakar, Karan, Ranji, Kuniku

Penyebaran kosakata di atas mungkin tidak terbatas 1 kabupaten saja, namun yg saya ketahui ya sebagai berikut:

Ancen/Pancen (menyeluruh)

Nyat-Solo

Nyet-Karanganyar

Tranahe-Karanganyar

Jatrahe-Karanganyar, Wonogiri

Tanyat-Ngawi

Tanah-Magetan

Jatahe-Pacitan

Terahe-Ponorogo

(Variasi atrah, terah, trahe, tarah, patrah, tranah, tenah, tanah tersebar juga di banyak kabupaten di Jateng & Jatim)

Catu-Trenggalek

Nyatuk, Atuk-Tulungagung

Nyatrah-Kediri, Blitar

Lakar-Malang

***Fakta unik (hubungan kosakata "memang" & "dasar")

Disitu kata Jatrahe (Karanganyar, Wonogiri) artinya "memang", mirip kata "jatahe" kalau di Tulungagung.

Jatahe mendho = dasarnya bodoh

Ternyata, meskipun di Tulungagung "jatah" artinya "dasar", tapi di Bausastra juga bermakna "memang", seperti di Pacitan, "jatah" bermakna "dasar & memang"

~~~jatah êngg. kn 1 (ut. [x]-e wis dhasare; 2 mula dhasar nyata; 3 pancen; 4 (ut. n-[x] wis kêbacut duwe kamanuhan (ala); di-[x]: dipatah.~~~(BAUSASTRA)

Teringat waktu ada tugas membuat naskah drama Bahasa Jawa secara kelompok, ada temen yang bingung gimana translate Bhs Indo ke Jawa untuk kata "dasar" 

"dasar kau anak ikan!"

Lalu sontak saya langsung menjawab "woh nyatune kowe anake iwak!" , kalau dipikir2, kata "nyatuk" artinya kan "memang", tapi saat itu yang menurut saya mendekati "dasar" adalah "nyatuk", lagi2 sebuah keunikan.

Jatrahe = Memang (lihat kata 'trah' yg terselip)

Jatahe = Dasar, Memang (Bausastra)

Watek = Memang (Wonosobo, Banjarnegara)

Nah ini lagi, "watek", dipake untuk "memang", sedangkan di Bausastra artinya "dhasaring bebuden" alias "watak"

Trus lagi, di Ngapak Tegal, kata "dhasar iya" justru dipakai untuk menyebut "memang"

Di Thesaurus Bahasa Indonesia juga begitu, "dasar" menjadi sinonim kata "memang" urutan ke 25

***Sedangkan untuk hubungan kosakata "jatah" & "memang", kita lihat beberapa kosakata "memang" yakni "panci", "jatah" & "catu".

"panci" di Bausastra Jawa ternyata juga bermakna "bagian yang sudah ditentukan", dalam hal ini adalah "jatah"

~~~panci I êngg. (ut. pancèn) kn. 1 bagean kang wis dipêsthi; 2 ak. pêpêsthèn (bêgja cilaka); 3 mula wis mêngkono, bênêre mula mêngkono; 4 wis sabênêre bae; 5 wis gênah, têtêp, têrang; di-[x]: ditêtêpake bageane (pangane, pamêtune lsp); dipancèni: dibubuhi, dipatah, dingèngèhi pangan lsp; dipancèkake: dipêsthèkake, dijagakake; pancèn: 1 (ut. [x]-e) bênêre kudu ...; 2 (ut. pêpancèn) wong kang dipatah nindakake pakaryan ana ing prabot desa lsp. II kn: bokor ut. kuwali wêsi dilapis email.~~~(BAUSASTRA)

Sedangkan untuk kosakata "memang" khasnya Tulungagung, yakni "nyatu/nyatuk", jika kita lihat di Bausastra lagi, maka kosakata "nyatu" bisa bermakna "menjatah"

~~~nyatu I êngg. ak. nambani tatu sarana donga; kc. catu. II kn. ak: mancèni (ngêdumi) pangan; kc. catu.~~~(BAUSASTRA)

Disitu terlihat, nyatu = manceni, manceni bermaksud memberi "panci"(jatah), dan nyatu adalah memberi "catu"(jatah).

Kosakata "catu" ini ternyata ada di KBBI dengan makna "jatah", bahkan ada istilah "beras catu", "dicatu", "catu daya"(power supply)

Lalu kosakata "jatah", di Pacitan kosakata ini bermakna "memang", contohnya:

"dhek e jatahe pinter" = "dia memang pandai"

Maka kita bisa menyimpulkan bahwa ketiga-nya bisa bermakna "jatah", dan bisa bermakna "memang" di daerah yang berbeda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyempitan makna dalam Bahasa Indonesia

Nama lain Planet Venus

Persamaan Bahasa Jawa dan Bahasa di Filipina